Diskusi Pengembangan Germany Vocational Mobility Ecosystem bersama Direktorat SMK
Pada tanggal 26 Mei 2026, tim GEMA Foundation bersama partner Germany melaksanakan diskusi strategis bersama Direktorat SMK terkait pengembangan program kerja sama Indonesia–Germany berbasis pendidikan vokasi internasional dan vocational mobility ecosystem.
Diskusi ini membahas berbagai konsep pengembangan program yang diarahkan untuk membuka peluang pendidikan, sertifikasi internasional, pelatihan bahasa German, apprenticeship, hingga penempatan global bagi siswa SMK, guru vokasi, dan institusi pendidikan Indonesia.
Direktorat SMK menyampaikan dukungan terhadap pengembangan kerja sama Indonesia–Germany yang dinilai memiliki potensi strategis jangka panjang dan relevan dengan penguatan pendidikan vokasi nasional berbasis standar internasional.
Beberapa usulan utama yang dibahas dalam diskusi meliputi:
• Pengembangan German Language Training Center sebagai pusat pelatihan bahasa German, persiapan sertifikasi internasional, pembinaan budaya kerja Germany, serta persiapan studi dan kerja internasional.
• Pengembangan Germany Vocational Excellence Center yang diarahkan menjadi pusat:
- pembelajaran bahasa German,
- persiapan Ausbildung,
- sertifikasi internasional,
- industrial preparation,
- internship & mobility preparation,
- pengembangan SDM vokasi internasional.
• Usulan pengiriman 10 guru bahasa German Indonesia ke Germany guna mempelajari sistem pendidikan vokasi Germany, memperkuat kompetensi pedagogi, serta mendukung transfer knowledge setelah kembali ke Indonesia.
• Pengembangan program 2+2 Indonesia–Germany dengan skema:
- 2 tahun pendidikan di Indonesia,
- 2 tahun lanjutan pendidikan di Germany.
• Penyiapan German Language Testing Center sebagai prioritas awal implementasi program dengan fokus pada sertifikasi bahasa German seperti TELC, OSD, dan sertifikasi internasional lainnya.
• Pengembangan skema Study to Work dan Work to Study sebagai bagian dari vocational mobility pathway Indonesia–Germany.
• Usulan pembelajaran bahasa German sejak kelas 10 SMK untuk memperkuat kesiapan internasional peserta didik secara bertahap.
Selain itu, diskusi juga membahas pengembangan kerja sama Government to Government (G2G) antara Indonesia dan Germany melalui dukungan kementerian, kedutaan Germany, serta peluang kolaborasi bersama GIZ.
Sebagai langkah implementasi awal, turut diusulkan:
- pemilihan 10 sekolah pilot project,
- penyusunan undangan terbuka bagi sekolah,
- pengembangan institutional profiling,
- curriculum mapping,
- penyusunan pathway pendidikan dan industri Germany.
Program ini dinilai selaras dengan pengembangan:
- SMK Kelas Kebekerjaan Luar Negeri,
- SMK Kelas Profesional,
- SMK Kelas Industri/Keahlian Khusus.
Beberapa sektor prioritas yang dibahas meliputi:
- manufaktur,
- teknologi,
- kesehatan,
- hospitality,
- konstruksi,
- automotive,
- fisheries,
- digital technology.
Hasil diskusi mengarah pada pengembangan ekosistem vocational mobility Indonesia–Germany yang tidak hanya berfokus pada bahasa German, tetapi juga integrasi pendidikan, industri, sertifikasi internasional, dan penguatan jalur karier global secara berkelanjutan.
Diskusi ini akan ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis dan pengembangan implementasi program pada tahap berikutnya.
